Ditulis dari Independent, Badan Amal Muslim terbesar di dunia, Islamic Relief mengharapkan kampanye di lima kota besar itu bakal mengubah pandangan negatif orang terhadap Islam. Islamic Relief melansir, meskipun frasa ini bisa membawa kekuatan dan optimisme pengungsi Suriah, namun dapat menanamkan ketakutan irasional kepada orang lain.
Islamic Relief juga menghadapi tantangan untuk menggaungkan kampanye itu. Beberapa orang yang menyerukan untuk menghapus kalimat itu dari bus London.
Inggris sudah berkembang lewat cara yang bermacam-macam sejak pembentukan Islamic Relief pada tahun 1984. Tetapi saat ini London lebih terima taktik kampanye dengan pilih Wali Kota Muslim pertama, pembuat roti Inggris Nadia Hussein yang diberi tugas terhormat untuk membuat kue bagi Ratu Elizabeth II saat merayakan ulang tahun ke-90, atau terpilihnya presiden NUS Malia Bouattia karena sebagai pemimpin Muslim perempuan serta kulit hitam pertama dalam sejarah NUS.
Walau sekian, beberapa orang-orang yg tidak memahami jadi takut dalam penggunaan kata yang seharusnya untuk tunjukkan perdamaian paling besar untuk iman Muslim. Terlebih, iklan kampanye ini digaungkan menjelang bulan suci Ramadhan tiba.
Iklan ini memberi kesempatan untuk membuka diskusi dengan orang lain tentang ajaran iman mereka yang bisa membantu untuk menggagalkan meningkatnya sentimen Islamofobia. Reaksi sosial media pada kata Allahuakbar sudah menunjukkan kalau memanglah memerlukan pembicaraan yang lebih dari mulanya.
0 Response to "Dipandang Kalimat Terorris, Islamic Relief Kampanyekan 'Allahuakbar ??"
Posting Komentar