kisah Nyata : Daun Daunpun layu dan Mati Dan Burung Burung Berkicau Sedih !!! kisah dua remaja yang maningal bersamaan di saat ingin menikah,???

Mudah-mudahan cerita kisah cinta sedih ini bisa jadi pelajaran untuk kita semuanya, semua perkara yang terjadi didunia ini pasti ada hikmahnya.


sumber : google. com

Sudah menjadi kehendak Allah memberikannya cobaan berbentuk penyakit kronis yang bersarang dan sudah bertahun-tahun ia rasakan. Ini yaitu cerita kisah seorang gadis yang bernama Muha. Kisah ini diriwayatkan oleh zaman, diiringi dengan tangisan burung serta ratapan ranting pepohonan.

Muha yaitu seseorang gadis remaja yang cantik. Seperti yang sudah kami katakan, mulai sejak kecil ia telah menderita penyakit yang kronis. Mulai sejak umur kanak-kanak ia ingin bergembira, bermain, bercanda serta bersiul seperti burung sebagaimana anak-anak yang seusianya. Bukankah ia juga berhak merasakannya?

Mulai sejak penyakit itu menyerangnya, ia tidak bisa menjalankan kehidupan dengan normal seperti orang lain, meskipun ia tetap ada dalam pengawasan dokter serta bergantung dengan obat.


Muha tumbuh besar seiring dengan penyakit yang dideritanya. Ia jadi seorang remaja yang cantik serta memiliki akhlak mulia dan taat beragama. Walau dalam keadaan sakit namun ia tetaplah berupaya untuk memperoleh pengetahuan dan pelajaran dari mata air ilmu yang tak pernah habis. Walaupun kadang-kadang bahkan juga sering penyakit kronisnya kambuh yang memaksanya berbaring di tempat tidur selama berhari-hari.

Selang beberapa waktu atas kehendak Allah seorang pemuda tampan datang meminang, meskipun ia telah mendengar tentang penyakitnya yang kronis itu. Namun semua itu sedikit juga tak mengurangi kecantikan, agama serta akhlaknya…kecuali kesehatan, meskipun kesehatan adalah satu hal yang sangat utama. Tetapi mengapa?

Bukankah ia juga berhak untuk menikah dan melahirkan anak-anak yang akan isi serta menyemarakkan kehidupannya sebagaimana layaknya wanita lain?

Demikianlah hari bertukar hari bulan berganti bulan si pemuda memberi pertolongan materi supaya si gadis melanjutkan pengobatannya di satu diantara rumah sakit terbaik di dunia. Ditambah lagi dorongan moril yang selalu ia berikan.

Hari berganti dengan cepat, tibalah saatnya persiapan pesta pernikahan serta untuk mengarungi bahtera rumah tangga.

Beberapa hari sebelum pesta pernikahan, calonnya pergi untuk bertanya pengerjaan gaun pengantin yang masihlah ada di tempat si penjahit. Gaun itu masih
tergantung di depan toko penjahit. Gaun itu mengandung arti kecantikan serta kelembutan. Tidak ada seseorang juga yang tahu bagaimana perasaan Muha bila melihat gaun itu.

Pastinya hatinya berkepak bagaikan burung yang mengepakkan sayap putihnya mendekap langit serta memeluk ufuk nan luas. Ia tentu sangat bahagia bukan dikarenakan gaun itu, tetapi karena beberapa hari lagi ia akan memasuki hari cerminan yang terindah di dalam kehidupannya. Ia bakal merasa ada ketenangan jiwa, kehidupan mulai tertawa untuknya dan ia melihat ada kecerahan dalam kehidupan.

Apabila gaun yang indah itu dipakai Muha, pasti akan bikin penampilannya laksana putri salju yang cantik jelita. Kecantikannya yang alami menjadikan diri makin elok, anggun dan menawan.

Walaupun gaun itu tampak indah, tetapi masih di perlukan sedikit perbaikan. Oleh karena itu gaun itu masihlah ditinggal di tempat si penjahit. Sang calon berniat akan mengambilnya besok. Si penjahit meminta keringanan serta berjanji bakal menyelesaikannya tiga hari lagi. Tiga hari berlalu begitu cepat dan tibalah waktunya hari pernikahan, hari yang di bebrapa kelak. Hari itu Muha bangun lebih cepat dan sebenarnya malam itu ia tak tidur. Kegembiraan membuat matanya tidak terpejam. Yaitu saat malam pengantin bersama seorang pemuda yang terbaik akhlaknya.

Si pemuda menelepon calon pengantinnya, Muha memberitahukan bahwa 1/2 jam lagi ia akan pergi ke tempat penjahit untuk mengambil gaun itu agar ia bisa cobanya serta lebih meyakinkan bahwa gaun itu pantas untuknya. Pemuda itu pergi ke tempat penjahit dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan cerminan tinggi terdorong perasaan bahagia serta senang akan acara tersebut yang merupakan peristiwa terutama dan paling berharga untuk dirinya, demikian pula perihal untuk diri Muha.

Lantaran meluncur dengan kecepatan tinggi, mobil itu keluar dari badan jalan serta terbalik berulang-kali. Kemudian mobil ambulans datang serta melarikannya ke rumah sakit. Tetapi kehendak Allah ada di atas segalanya, sebagian waktu lalu si pemuda juga meninggal dunia. Sementara telephone si penjahit berdering bertanya tentang pemuda itu. Si penjahit mengabarkan bahwa sampai saat ini ia belum juga sampai ke tempat tinggal padahal sudah sangat terlambat.

Akhirnyai penjahit itu tiba di rumah calon pengantin wanita. Sekali juga begitu, pihak keluarga tak mempermasalahkan sebab keterlambatannya membawa gaun itu. Mereka jadi memintanya supaya memberitahu si pemuda bahwa sakit Muha tiba-tiba kambuh serta saat ini tengah dilarikan ke rumah sakit. Kesempatan ini sakitnya tak memberi Muha banyak peluang. Tadinya sakit itu seakan masih berbelas kasih padanya, tidak mau Muha terasa sakit. Saat ini rasa sakit itu benar-benar membuat derita dan kesengsaraan yang melebihi penderitaan yang ia rasakan selama hidupnya yang pendek.

Beberapa menit kemudian datang berita kematian si pemuda di rumah sakit dan setelah itu datang pula berita meninggalnya sang calon pengantinnya, Muha.

Demikian kesedihan yang menimpa dua remaja, bunga-bunga telah layu dan mati, burung-burung berkicau sedih dan duka terhadap mereka. Malam yang diangan-angankan bakal jadi paling indah dan berkesan itu, berubah jadi malam kesedihan dan ratapan, malam pupusnya kegembiraan.

Kini gaun pengantin itu masih tergantung di depan toko penjahit. Tiada yang memakai serta selamanya tidak akan ada yang memakainya. Seakan gaun itu bercerita mengenai cerita sedih Muha. Tiap tiap yang melihatnya pastinya akan bertanya-tanya, siapa pemilikny.

0 Response to "kisah Nyata : Daun Daunpun layu dan Mati Dan Burung Burung Berkicau Sedih !!! kisah dua remaja yang maningal bersamaan di saat ingin menikah,???"

Posting Komentar