Berdasar pada sebagian hadis serta literatur, sudah banyak yang melukiskan makhluk tersebut . Tetapi, yang paling mengagumkan tentang makhluk tunggangan Nabi SAW itu adalah kecepatannya yang seperti kilat. Kecepatannya bahkan juga tidak bisa dijangkau oleh akal, hingga buraq termasuk juga salah satu tanda kebesaran Allah SWT.
Buraq berasal dari kata/barqu yang mempunyai makna kilat. Tetapi, pergantian istilah dari barqu yang bermakna kilat jadi buraq itu terang mengandung pengertian yang berbeda. Bila barqu itu yaitu kilat, jadi Buraq bisa diasumsikan sebagai sesuatu kendaraan yang kecepatannya di atas kilat atau sesuatu yang kecepatannya melebihi gerakan cahaya.
Arti barqu yang bermakna kilat itu dapat diketemukan dalam sebagian surah dalam Alquran. Satu diantaranya yakni didalam surah al-Baqarah ayat 20 yang berarti, Nyaris saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka jalan di bawah (cahaya) itu, serta jika gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Sekiranya Allah menginginkan, pasti Dia menghilangkan pendengaran serta penglihatan mereka. Sungguh, Allah Kuasa atas semua sesuatu. " (QS. Al-Baqarah 2 : 20).
Melihat penamaan makhluk itu, Nabi Muhammad SAW seakan akan mengemukakan pada kita kalau kendaraannya itu memanglah mempunyai kecepatan diatas cahaya. Satu kendaraan dengan kecepatan yang begitu jauh meninggalkan tehnologi yang ada hingga sampai saat ini.
Beberapa sarjana sudah lakukan penyelidikan atau riset. Mereka berkesimpulan kalau kilat atau cahaya bisa bergerak sejauh 186. 000 mil atau 300 km. per detik. Dengan penyelidikan yang menggunakan sistem paralaks, di ketahui juga jarak matahari dari bumi sekitaran 93. 000. 000 mil, serta dilintasi oleh cahaya kurun waktu delapan menit.
Menurut akal pikiran kita sehari-hari yang tetap tinggal di bumi, jarak yang sekian jauhnya mustahil bisa diraih cuma dalam sebagian waktu saja oleh buraq. Lantaran untuk menerobos garis tengah jagat raya saja membutuhkan saat 10 miliar tahun sinar lewat galaksi-galaksi atau fosil-fosil jagad raya. Namun, meski diluar nalar peristiwa itu tetaplah mesti diimani oleh umat Islam.
Terkait dengan bentuk buraq, di dalam hadis kisah Imam Muslim yang bersumber dari sahabat Anas bin Malik diterangkan kalau Rasulullah SAW bersabda, " Didatangkan kepadaku buraq, yakni hewan (dabbah) yang berwarna putih (abyadh), bertubuh panjang (thawil), semakin besar dari keledai serta lebih kecil dari baghal, serta sekali ia menjejakkan kakinya yang berkuku bergerak sejauh mata memandang. " (kitab al-Jami' al-Sahih juz I, hlm 99).
Berdasar pada hadis yang diriwayatkan oleh Anas itu, Rasulullah menerangkan kalau Buraq itu yaitu dabbah. Menurut penafsiran bahasa Arab, dabbah yaitu satu makhluk hidup berjasad, dapat lelaki dapat wanita, berakal serta tidak berakal. Penafsiran itu tunjukkan kalau kita tidak bisa memastikan jenis kelamin hewan itu, seperti halnya malaikat.
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW sempat juga bersabda, " Jibril mendatangiku dengan seekor hewan yang tingginya di atas keledai serta di bawah baghal, lantas Jibril menaikkanku diatas hewan itu lalu bergerak bersama kami, setiap saat naik jadi kedua kakinya yang belakang sejajar dengan kedua kaki depannya, serta setiap kali turun kedua kaki depannya sejajar dengan kedua kaki belakangnya. "
Berdasar pada hadis Nabi Muhammad SAW serta sebagian literatur itu, bisa diambil kesimpulan bahwa buraq itu yaitu seekor hewan yang warna bulunya putih, badannya panjang, tingginya melebihi keledai serta lebih kecil dari baghal, telinganya bergelombang atau bergerigi, kecepatannya seperti kilat, mempunyai empat kaki. Bila naik kedua kaki belakangnya disejajarkan dengan dua kaki depannya, apabila menurun kedua kaki depannya disejajarkan dengan kedua kaki belakangnya.
Lepas dari kecepatan serta bentuk buraq itu, peristiwa Isra Mi'raj sudah menunjukkan kebesaran Allah SWT pada hamba-Nya. Hal ini seperti diterangkan dalam surah al-Isra' ayat 1 yang berarti, " Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang sudah Kami berkahi seputarnya supaya Kami tunjukkan padanya beberapa sinyal tanda (kebesaran) Kami. Sebenarnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat. ".
0 Response to "Sahabat Muslim Apakah Sahabat Tau Buraq itu apa?? yang belum tau silahkan di baca....."
Posting Komentar