UNTUK PARA ORANG TUA ANDA WAJIB BACA INI : Beginilah Cara Menjawab Jika Anak Bertanya, Siapa Allah? Allah Itu Apa? Allah Itu Di Mana? Allah Itu Seperti Apa? INI JAWABANYA ???

Nah, peristiwa paling krusial yang bakal dihadapi beberapa orangtua yaitu saat anak ajukan pertanyaan mengenai ALLAH. Hati-hatilah dalam memberi jawaban atas pertanyaan maha penting ini. Salah sedikit saja, dapat berarti kita menanam benih kesyirikan dalam diri buah hati kita. Nauzubillahi min zalik, ya…


Di bawah ini saya ketengahkan sebagian pertanyaan yang umum anak-anak tanyakan pada orang tuanya :

Bertanya 1 : “Bu, Allah itu apa sih? ”

Bertanya 2 : “Bu, Bentuk Allahitu seperti apa? ”

Bertanya 3 : “Bu, Mengapa kita tidak dapat lihat Allah? ”

Bertanya 4 : “Bu, Allah itu ada dimana? ”

Bertanya 5 : “Bu, Mengapa kita mesti nyembah Allah? ”

Bertanya 1 : “Bu, Allah itu apa sih? ”

Jawablah :
“Nak, Allah itu Yang Membuat segala-galanya. Langit, bumi, laut, sungai, batu, kucing, cicak, kodok, burung, semua, termasuk juga membuat nenek, kakek, bapak, ibu, juga kamu. ” (Katakan dengan memandang mata anak sambil tersenyum manis)

Tanya 2 : “Bu, bentuk Allah itu seperti apa? ”

Jangan jawab begini :

“Bentuk Allah itu seperti anu.. ini.. atau itu…. ” lantaran jawaban seperti itu tentu salah serta menyesatkan.
Jawablah begini :

“Adek tahu ‘kan, bentuk sungai, batu, kucing, kambing,.. semuanya.. nah, bentuk Allah itu tidak sama dengan apapun yang pernah kamu lihat. Sebut saja bentuk apapun, bentuk Allah itu berbeda dengan apa yang bakal kamu sebutkan. ” (Katakan dengan memandang mata anak sambil tersenyum manis)


فَاطِرُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٲجً۬ا وَمِنَ ٱلۡأَنۡعَـٰمِ أَزۡوَٲجً۬ا‌ۖ يَذۡرَؤُكُمۡ فِيهِ‌ۚ لَيۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَىۡءٌ۬‌ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ (١١)

Dia Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan untuk kamu dari jenis anda sendiri pasangan-pasangan serta dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan juga, dijadikan-Nya anda berkembang biak dengan jalan itu. Tak ada suatu hal juga yang serupa dengan Dia, serta Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.  (Q. S. Asy-Syura : 11)


Tanya 3 : “Bu, mengapa kita tidak dapat lihat Allah? “
Janganlah jawab begini

Dikarenakan Allah itu gaib, berarti barang atau sesuatu yg tidak dapat diliat dengan mata telanjang.
Jawaban kalau Allah itu gaib (semata), jelas bertentangan dengan ayat berikut ini.
Al-Hadid (57) : 3

هُوَ ال�'أَوَّلُ وَال�'آخِرُ وَالظَّاهِرُ وَال�'بَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَي�'ءٍ عَلِيمٌ

Dialah Yang Awal serta Yang Akhir ; Yang Zahir serta Yang Batin ; serta Dia Maha Tahu semua suatu hal.
Dikhawatirkan, imajinasi anak yang masihlah polos akan mempersamakan gaibnya Allah dengan hantu, jin, malaikat, bahkan juga peri dalam cerita dongeng. Kalau dalam ilmu Tauhid dinyatakan kalau Allah itu nyata senyata-nyatanya ; lebih nyata dari pada yang nyata, sudah tidak terbantahkan.

Apalagi bila kita menggunakan diksi (pilihan kata) “barang” dan “sesuatu” yang ditujukan pada Allah. Bukankah telah jelas dalil Surat Asy-Syura diatas kalau Allah itu laysa kamitslihi syai’un ; Allah itu bukan sesuatu ; berbeda dengan suatu hal ; tetapi Pencipta semua sesuatu.

Walau semua sesuatu berasal dari Zat-Sifat-Asma (Nama) -dan Af’al (Perbuatan) Allah, tetapi Diri Pribadi Allah itu tidak ber-Zat, tak ber-Sifat, tak ber-Asma, tak ber-Af’al. Diri Pribadi Allah itu tidak ada yang tahu, bahkan Nabi Muhammad Saw. sekali juga. Cuma Allah yang tahu Diri Pribadi-Nya Sendiri serta akan tidak terungkap hingga akhir zaman didunia serta di akhirat.

إِذۡ يَغۡشَى ٱلسِّدۡرَةَ مَا يَغۡشَىٰ (١٦) مَا زَاغَ ٱلۡبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ (١٧)

Muhammad melihat Jibril saat Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu Yang Meliputinya. Penglihatannya Muhammad tak berpaling dari yang dilihatnya itu serta tidak pula melampaui-Nya. (Q. S. An-Najm : 16-17)

{ini tafsir dari seorang arif billah, bukan dari saya pribadi. Allahua’lam}
Jawablah begini :

“Mengapa kita tak bisa melihat Allah? ”

Bisa kita jawab dengan balik bertanya padanya (sambil melatih adik comel berpikir retoris)
“Adik bisakah nampak matahari yang terang itu langsung? Tdk ‘kan.. karena mata kita bisa jadi buta. Nah, lihat matahari aja kita tidak sanggup. Jadi, Bagimana kita mau lihat Pencipta matahari itu. Iya ‘kan?! ”
Atau bisa juga beri jawaban :
Adek, saksikan langit yang luas dan ‘besar’ itu ‘kan? Yang kita saksikan itu baru secuil dari bentuk langit yang sebenarnya. Adek tidak dapat lihat ujung langit ‘kan?! Nah, kita juga gak dapat lihat Allah karena Allah itu Pencipta langit yang besar dan luas tadi. Itulah maksud kata Allahu Akbar waktu kita salat. Allah Mahabesar. ”

Dapat dengan juga simulasi sederhana seperti pernah saya ungkap di postingan “Melihat Tuhan”.
Silakan


hadapkan bawah telapak tangan Adek ke arah wajah. Dapat tampak garis-garis tangan Adek ‘kan? Nah, kini dekatkan tangan sedekat-dekatnya ke mata Adek. Masih terlihat jelaskah jemari Sobat setelah itu?
Kesimpulannya, kita tidak bisa melihat Allah karena Allah itu Mahabesar serta teramat dekat dengan kita. Meskipun sekian, tetapkan Allah itu ADA. “Dekat tak bersekutu, jauh tidak ber-antara. ”

Tanya 4 : “Bu, Allah itu ada di mana? ”

Jangan jawab begini :

“Nak, Allah itu ada di atas.. di langit.. atau di surga atau di Arsy. ”
Jawaban seperti ini menyesatkan logika anak lantaran di luar angkasa tidak ada arah mata angin atas-bawah-kiri-kanan-depan-belakang. Lalu jika Allah ada di langit, apakah di bumi Allah tidak ada? Bila dikatakan di surga, berarti lebih besar surga daripada Allah…berarti prinsip " Allahu Akbar " itu bohong? baca juga Ukuran Allahu Akbar

ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ‌ۚ

Dia bersemayam di atas ’Arsy. – Ayat ini adalah ayat mutasyabihat, yakni ayat yang harus dibelokkan tafsirnya. Kalau dalam pelajaran bhs Indonesia, kita mengenal arti denotatif serta konotatif, nah.. ayat mutasyabihat ini tergolong arti yang konotatif.
Juga jangan jawab begini :

“Nak, Allah itu ada di mana-mana. ”

Dikhawatirkan anak akan otomatis berpikiran Allah itu banyak dan terbagi-bagi, seperti para freemason atau politeis Yunani Kuno.

Jawablah begini :

“Nak, Allah itu dekat dengan kita. Allah itu selalu ada di hati tiap-tiap orang yang saleh, termasuk juga di hati kamu, Sayang. Jadi, Allah selalu ada bersamamu di mana juga kamu ada. ”
baca juga Mulai Saat Ini Jangan Sebut-sebut Lagi Yang Di Atas
“Qalbun mukmin baitullah”, ‘Hati seorang mukmin itu istana Allah. ” (Hadis)

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَع�'وَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَل�'يَس�'تَجِيبُوا�' لِي وَل�'يُؤ�'مِنُوا�' بِي لَعَلَّهُم�' يَر�'شُدُونَ

Serta apabila hamba-hamba-Ku ajukan pertanyaan kepadamu tentang Aku, jadi (jawablah), sebenarnya Saya yaitu dekat. (Q. S. Al-Baqarah (2) : 186)

وَهُوَ مَعَكُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ‌ۚ

Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. (Q. S. Al-Hadiid : 4)

وَلِلّهِ ال�'مَش�'رِقُ وَال�'مَغ�'رِبُ فَأَي�'نَمَا تُوَلُّوا�' فَثَمَّ وَج�'هُ اللّهِ

Serta kepunyaan Allah-lah timur serta barat, jadi kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. (Q. S. Al-Baqarah (2) : 115)

“Allah sering lho bicara sama kita.. misalnya, bila anda teringat untuk bantu Ibu serta Ayah, tidak berantem sama kakak, adek atau teman, tak malas belajar, tak sulit disuruh makan,.. nah, tersebut bisikan Allah untukmu, Sayang. ” (Katakan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

وَٱللَّهُ يَهۡدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيمٍ

Dan Allah senantiasa berikan petunjuk orang yang dikehendaki-Nya pada jalan yang lurus. (Q. S. Al-Baqarah : 213)

Tanya 5 : “Bu, mengapa kita mesti nyembah Allah? ”

Janganlah jawab begini :
“Karena bila anda tak menyembah Allah, anda akan dimasukkan ke neraka. Kalau anda menyembah Allah, anda akan dimasukkan ke surga. ”
Jawaban seperti ini akan membuat paradigma (pola fikir) pamrih dalam melaksanakan ibadah pada Allah bahkan juga jadi benih syirik halus (khafi). Hal ini dapat yang mengakibatkan beberapa orang jadi ateis lantaran menurut akal mereka, ”Masak sama Allah kayak dagang aja! Yang namanya Allah itu berarti butuh penyembahan! Allah kayak anak kecil saja, bila diturutin maunya, surga ; bila tidak diturutin, neraka!! ”
“Orang yang menyembah surga, ia mendambakan kenikmatannya, bukanlah mengharap Penciptanya. Orang yang menyembah neraka, ia takut kepada neraka, bukan takut kepada Penciptanya. ” (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)
Jawablah begini :
“Nak, kita menyembah Allah sebagai wujud bersukur karena Allah sudah memberi banyak kebaikan serta keringanan buat kita. Contohnya, Adek saat ini dapat bernapas menghirup udara bebas, gratis lagi.. kalau mesti bayar, ‘kan Ayah sama Ibu tidak akan bisa bayar. Di sungai banyak ikan yang bisa kita pancing untuk makan, atau untuk dijadikan ikan hias di akuarium. Semuanya untuk kesenangan kita.
Bila Adek tidak nyembah Allah, Adek yang rugi, bukan Allah. Misalnya, bila Adek gak nurut sama ibu-bapak guru di sekolah, Adek sendiri yang rugi, nilai Adek jadi jelek. Isi rapor jadi kebakaran semua. Ibu-bapak guru tetap saja guru, biar pun anda dan sebagian temanmu gak nurut sama ibu-bapak guru. ”
 (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ عَنِ ٱلۡعَـٰلَمِينَ

Sebenarnya Allah benar-benar Maha Kaya tidak memerlukan sesuatu dari semesta alam. (Q. S. Al-Ankabut : 6)


Katakan juga pada anak :
“Adek mulai sekarang harus belajar cinta sama Allah, lebih daripada cinta sama Ayah-Ibu, ya?! ” (Katakan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
“Kenapa, Bu? ”

“Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal dunia, sedangkan Allah tak pernah mati. Nah, kalau suatu hari Ayah atau Ibu meninggal, kamu tidak boleh merasa kesepian karena Allah senantiasa ada untuk kamu. Kelak, Allah akan menghadirkan beberapa orang baik yang sayang sama Adek seperti sayangnya Ayah sama Ibu. Misalnya, Paman, Bibi, atau para tetangga yang baik hati, juga sebagian temanmu. ”
Serta mulai saat ini rajin-rajin belajar Iqra supaya nanti dapat mengaji Quran. Mengaji Quran artinya kita berbicara sama Allah. (Katakan dengan memandang mata anak sambil tersenyum manis).

0 Response to " UNTUK PARA ORANG TUA ANDA WAJIB BACA INI : Beginilah Cara Menjawab Jika Anak Bertanya, Siapa Allah? Allah Itu Apa? Allah Itu Di Mana? Allah Itu Seperti Apa? INI JAWABANYA ???"

Posting Komentar