
Beberapa waktu terakhir YM berceramah dengan tema waktu berdoa yang paling mustajab yang dilakukan pada hari Jum’at yakni pada habis Ashar sampai sebelumnya Magrib, cuma berlangsung satu minggu sekali, hingga saat ini bisa Anda gunakan sebagai saat berdoa yang begitu afdol supaya semuanya hajat Anda bisa terkabul, terampuni dosa-dosa serta Sembuh dari penyakit dan sebagainya.
Buat kawan-kawan yang miliki permasalahan apa pun masalahnya, buat teman-teman yang miliki hajat apa pun hajatnya, buat kawan-kawan yang miliki dosa kek apapun dosanya, cobalah minta sama Allah untuk tiap-tiap hajatnya, minta diampuni setiap dosanya bila bisa kita doain yang lain, kita doakan sebanyak mungkin. Lalu kita minta manfaat untuk akhirat kita, minta surga, minta ridha Allah, serta lain sebagainya.
Cara Berdoanya :
Upayakan dalam keadaan berwudhu
Sholawat dulu, sekali, tiga kali, tujuh kali, makin banyak semakin bagus. Lantaran pengantar doa itu yaitu Sholatwat, makin bagus sholawat kita semakin keren doanya.
Istighfar, sekali, tigakali atau seratus kali, atau sebanyak-banyaknya.
Baca Qur’an dulu setidaknya baca Alfatihah sebagai pengantar.
Lalu Bertasbih, minimal baca Subhanallah… atau Subhanallahi wa bihamdi
Lalu Membaca La haula walaquata illa billahil aliyil ‘azim
Lalu Niatin sedekah, meskipun nanti setelah berdoa baru di sedekahin yang utama niatin dulu atau bila mungkin sedekah dulu, sisihkan uang kita di satu diantara tempat khusus untuk nanti di serahkan kepada yang berhak terima sedekah.
Lalu Berdoa
Penutupnya bisa dengan istigfar lagi, alfatihah lagi, sedekah lagi.
Sebagian hadist Pendukung tentang saat yang paling mustajab disebutkan dalam sebagian hadits. Salah satunya,
عَن�' أَبِي هُرَي�'رَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَي�'هِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ قَالَ : «إِنَّ فِي ال�'جُمُعَةِ لَسَاعَةً، لَا يُوَافِقُهَا مُس�'لِمٌ، يَس�'أَلُ اللهَ فِيهَا خَي�'رًا، إِلَّا أَع�'طَاهُ إِيَّاهُ»، قَالَ : وَهِيَ سَاعَةٌ خَفِيفَةٌ.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bahwasanya beliau bersabda, “Sesungguhnya pada hari Jum’at ada suatu jam (saat) tertentu, tidaklah seorang muslim mendapati waktu tersebut serta berdoa pada Allah memohon
kebaikan, melainkan Allah akan memenuhi permohonannya. ” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam lantas bersabda, “Waktu itu hanya sebentar. ”
(HR. Bukhari no. 6400 serta Muslim no. 852, dengan lafal Muslim).
Ada beberapa ulama yang berpendapat bahwa waktu paling mustajab itu yaitu pada satu jam terakhir setelah sebelum magrib, atau antara ashar dengan magrib. Berikut hadistnya :
عَن�' عَب�'دِ اللَّهِ ب�'نِ سَلَامٍ، قَالَ : قُل�'تُ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَي�'هِ وَسَلَّمَ جَالِسٌ : إِنَّا لَنَجِدُ فِي كِتَابِ اللَّهِ : «فِي يَو�'مِ ال�'جُمُعَةِ سَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا عَب�'دٌ مُؤ�'مِنٌ يُصَلِّي يَس�'أَلُ اللَّهَ فِيهَا شَي�'ئًا إِلَّا قَضَى لَهُ حَاجَتَهُ». قَالَ عَب�'دُ اللَّهِ : فَأَشَارَ إِلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَي�'هِ وَسَلَّمَ : «أَو�' بَع�'ضُ سَاعَةٍ» ، فَقُل�'تُ : صَدَق�'تَ، أَو�' بَع�'ضُ سَاعَةٍ. قُل�'تُ : أَيُّ سَاعَةٍ هِيَ؟ قَالَ : «هِيَ آخِرُ سَاعَاتِ النَّهَارِ». قُل�'تُ : إِنَّهَا لَي�'سَت�' سَاعَةَ صَلَاةٍ، قَالَ : «بَلَى. إِنَّ ال�'عَب�'دَ ال�'مُؤ�'مِنَ إِذَا صَلَّى ثُمَّ جَلَسَ، لَا يَح�'بِسُهُ إِلَّا الصَّلَاةُ، فَهُوَ فِي الصَّلَاةِ»
Dari Abdullah bin Salam Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “Saat itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sedang duduk, jadi saya mengatakan, “Sesungguhnya kami (kaum Yahudi, sebelum ia masuk Islam, pent) mendapati dalam kitab Allah (Taurat, pent) kalau pada hari Jum’at terdapat suatu jam (saat) tertentu, tidaklah seseorang mukmin merasakan saat itu waktu ia melakukan shalat serta berdoa pada Allah memohon satu keperluan, melainkan Allah akan penuhi keperluannya. ”
عَن�' جَابِرِ ب�'نِ عَب�'دِ اللَّهِ، عَن�' رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَي�'هِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : «يَو�'مُ ال�'جُمُعَةِ ثِن�'تَا عَش�'رَةَ – يُرِيدُ – سَاعَةً، لَا يُوجَدُ مُس�'لِمٌ يَس�'أَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ شَي�'ئًا، إِلَّا أَتَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ، فَال�'تَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَع�'دَ ال�'عَص�'رِ»
Dari Jabir bin Abdullah dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sebenarnya beliau bersabda, “Hari Jum’at terdiri dari dua belas jam. Tidak ada seorang muslim pun yang memohon sesuatu kepada Allah (pada suatu jam tertentu), tetapi Allah bakal mengabulkannya. Jadi cari jam terkabulnya doa itu pada satu jam paling akhir sesudah shalat Ashar! ” (HR. Abu Daud no. 1048 serta An-Nasai no. 1389, sanadnya baik, dinyatakan shahih oleh Al-Hakim, Adz-Dzahabi, An-Nawawi, dan Al-Albani, dan dinyatakan hasan oleh Ibnu Hajar al-Aasqalani).
عَن�' أَنَسِ ب�'نِ مَالِكٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَي�'هِ وَسَلَّمَ قَالَ : التَمِسُوا السَّاعَةَ الَّتِي تُر�'جَى فِي يَو�'مِ الجُمُعَةِ بَع�'دَ العَص�'رِ إِلَى غَي�'بُوبَةِ الشَّم�'سِ.
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Carilah satu jam yang diharapkan pada hari Jum’at pada waktu setelah shalat Ashar hingga saat terbenamnya matahari! ” (HR. Tirmidzi no. 489, di dalamnya ada seseorang perawi yang lemah bernama Muhammad bin Abi Humaid az-Zuraqi. Tetapi hadits ini diriwayatkan dari jalur lain oleh Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam al-Awsath serta dikuatkan oleh hadits Jabir bin Abdullah serta Abdullah bin Salam diatas).
Sekianlah Saat Berdoa Paling Mustajab Beserta Langkahnya Ala Yusuf Mansur, Tolong Di Sebarkan..
0 Response to "Yusuf Mansur: Ini Waktu Berdoa Paling Mustajab!!! Berikut Caranya, SEBARKAN!!!"
Posting Komentar